SOE, TIMEX-Mengantisipasi kekeringan panjang yang terjadi wilayah Selatan Kabupaten TTS, Selasa (19/1) Bupati TTS Paulus VR Mella bersama sejumlah muspida mengunjungi pintu irigasi bendung Linamnutu di Desa Linamnutu Kecamatan Amanuban Selatan.
Pintu bendung irigasi itu telah selesai dibangun sejak bulan Agustus lalu dan siap dioperasikan untuk mengaliri sejumlah sawah yang ada di wilayah Selatan TTS, yang terancam mengalami gagal tanam dan gagal panen akibat kemarau panjang.
Bupati TTS Paulus Mella saat kunjungan itu kepada wartawan mengatakan, irigasi bendung Linamnutu sudah siap untuk dioperasikan, hanya saja masyarakat belum siap untuk memanfaatkan sumber air irigasi yang ada. Untuk itu, pihaknya akan mendorong petani di wilayah Selatan TTS agar segera menggarap lahan sawah mereka untuk memanfaatkan potensi air yang ada.
“Teman-teman wartawan bisa lihat sendiri, tadi kita lihat masyarakat belum persiapkan lahan mereka untuk tanam padi,” ungkap Paulus.
Dari total 800 hektare sawah yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan, baru diperkirakan 10 persen yang telah siap untuk ditanam. Sementara selebihnya belum digarap oleh petani, sehingga belum bisa ditanam. Luas lahan sawah diwilayah Selatan TTS jika digarap secara keseluruhan bisa mencapai 1.200 hektare lebih, namun belum semua lahan itu digarap sehingga pemerintah perlu memperhatikan petani, agar ke depan semua lahan sawah di Selatan dapat digarap secara keseluruhan.
Seperti kondisi yang terjadi saat ini, bercocok tanam jagung di musim hujan tahun ini tidak memungkinkan lagi karena curah hujan rendah. Karena itu, sudah dipastikan bahwa petani akan mengalami gagal tanam di ladang kering, sehingga perlu didorong secara maksimal agar tidak mengalami gagal panen di sawah.
“Kalau sudah gagal tanam di lahan kering, kita harus dorong supaya petani jangan gagal lagi di sawah,” tegas Paulus.
Untuk memaksimalkan sumber air irigasi Linamnutu, maka ia akan meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Badan Ketahanan Pangan agar memaksimalkan penyuluhan dan pendampingan terhadap petani, sehingga petani dapat mengelola lahan mereka sesuai dengan metode pertanian yang baik dan benar, sehingga hasil yang diperolehpun maksimal.
“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian untuk meminta bibit-bibit tanaman yang cocok untuk wilayah Selatan. Karena, kalau mau ditanami jagung tentu tidak bisa lagi karena curah hujan rendah,” bilang Paulus.
Ferdi Nome yang adalah penjaga pintu air irigasi bendung Linamnutu ketika ditemui di pintu air mengatakan, air mulai naik sejak dua hari lalu, sehingga air sudah bisa dialirkan masuk ke irigasi menuju lahan sawah di Bena dan sekitarnya.
Dua pintu air dibuka setinggi 50 cm saja, karena jika dibuka lebih dari 50 cm, maka bisa menyebabkan kebanjiran di wilayah Bena dan sekitarnya.
“Sejak dua hari lalu air sudah naik, sehingga saya sudah bisa buka untuk mengairi sawah di Linamnutu dan Bena,” tandasnya. Sumber: Timex(yop/ays)