SOE, TIMEX-Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten TTS, Senin (25/1) mengakibatkan banjir merendam lima rumah warga di Desa Batnum Kecamatan Amanuban Selatan (Abansel) sekira pukul 16.00 Wita.
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, namun juga menghanyutkan peralatan rumah tangga dan juga ternak milik warga.
Rumah warga yang terendam banjir masing-masing milik Yupiter Nabuasa, Yeskial Asbanu, Absalom Asabat, Yohanis Daous di RT 03/RW 01 Dusun I Desa Batnun. Sementara satu rumah lainnya yakni milik Habu Koebanu di RT 16/RW 07 Dusun III Desa Batnun.
Antonia Neolaka yang adalah istri Yupiter Nabuasa, korban rumah terendam banjir ketika ditemui wartawan di kediamannya menceritakan, banjir yang merendam rumah dan menghanyutkan ternak mereka merupakan banjir kiriman dari kali Meonabusa. Banjir merendam pemukiman mereka secara tiba-tiba, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan alat dapur dan juga ternak. Akibatnya, alat dapur dan ternak hanyut terbawa banjir setinggi dada orang dewasa.
“Di sini memang biasanya banjir, tapi sudah tiga tahun tidak banjir. Tahun ini baru hujan dua kali. Kali pertama pada tanggal 8 Januari dan kali kedua hari Senin kemarin. Hujan kedua tidak lebat, tapi mungkin lebat di bagian hulu sehingga banjir di daerah kami,” ujar Antonia.
Jika hujan turun dalam intensitas tinggi, maka masyarakat di Desa Batnun tentu sudah bersiap-siap untuk mengevakuasi barang dan menyelamatkan diri ke daerah yang lebih tinggi. Hanya saja belakangan, hujan di daerah mereka sangat sedikit intensitasnya, sehingga mereka tidak dapat menanam jagung dan tanaman lainnya. Memang masyarakat sempat menanam jagung pada saat hujan pertama, namun jagung tidak tumbuh normal karena tidak turun hujan.
“Tahun ini di daerah kami baru hujan dua kali, sehingga kami tanam jagung, tapi tidak tumbuh normal,” katanya.
Sementara Absalom Sabat yang juga salah satu korban banjir mengatakan, banjir yang terjadi tidak hanya merusak rumah dan menghanyutkan barang serta ternak milik warga, tetapi juga merusak tanaman jagung yang ditanam pada saat hujan pertama. Karena hujan tidak turun secara normal, sehingga jagung juga tumbuh tidak sesuai dengan harapan, sehingga sudah dipastikan bahwa masyarakat di Desa Batnun akan mengalami gagal panen.
Masyarakat di Desa Batnun sebagian besar berprofesi sebagai petani sehingga jika masyarakat terjadi gagal panen tentu akan kesulitan stok pangan.
“Kalau jagung tidak jadi, kami pasti tidak ada makanan. Jadi terpaksa kami pergi jadi kuli di kota supaya kirim kasih keluarga makanan di kampung,” tuturnya.
Sementara, Kabag Humas Setda TTS Frits Tagi Huma yang turun langsung meninjau masyarakat korban banjir pada kesempatan itu mengimbau masyarakat agar melaporkan barang-barang dan ternak yang hanyut terbawa banjir kepada pemerintah desa dan kecamatan untuk disampaikan ke pemerintah kabupaten.
“Tolong sampaikan apa adanya supaya pemerintah desa dan kabupaten sampaikan ke pemerintah kabupaten,” pesan Frits. sumber: timex(yop/ays)