Budidaya tanaman hortikultura ramah lingkungan “program green skills” sangat bermanfaat bagi kaum muda perempuan yakni menambah penghasilan rumah tangga sehingga kaum muda perempuan di Desa Fatukusi tidak perlu merantau untuk mencari pekerjaan di luar daerah.
Harapan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Drs. Obed Naitboho, M.Si, tersebut disampaikannya saat panen raya hasil pertanian ramah lingkungan kerja sama Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan, PLAN Internasional Indonesia Area Timor dan LSM Gerbangmas, di Desa Fatukusi Kecamatan Kie, Kamis (20/10/2016).
“Melalui program green skills, diharapkan potensi lahan di Desa Fatukusi dapat dikembangkan sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa khususnya bagi kaum muda perempuan. Dengan adanya lapangan kerja ini diharapkan tidak ada lagi kaum muda yang pergi mencari kerja di luar daerah,”ujar Wakil Bupati Naitboho.
Deputy country director Plan Internasional Indonesia, Nono Sumarsono mengatakan Plan Internasional Indonesia memberikan perhatian yang besar untuk peran kaum muda perempuan, karena kaum muda perempuanlah yang berperan untuk memutuskan mata rantai kemiskinan.
“Sasaran program ini adalah kaum muda perempuan. Jika investasi itu diberikan kepada kaum perempuan muda maka keuntungannya tidak hanya dinikmati oleh dirinya sendiri tetapi akan dinikmati juga oleh generasi yang akan dilahirkannya atau yang sudah menjadi bagian dari kaum muda perempuan itu,” tegas Nono Sumarsono.
Salah seorang anggota kelompok Tafe’un Monit Desa Fatukusi mengatakan sangat senang dengan program green skills, karena mereka diajarkan cara budidaya tanaman hortikultura ramah lingkungan, dilatih membuat pupuk dan pestisida organik. Saat ini kelompoknya mengaplikasikan sistem pertanian yang ramah lingkungan serta pertanian adaptasi perubahan iklim. sumber(humaspro setda tts)