“Kabupaten TTS secara sosial ekonomi, geografis, klimatologis maupun hidrologis rentan dan rawan terhadap berbagai kejadian bencana seperti gempa bumi, tanah longsor, cuaca ekstrim, kekeringan, kebakaran, tsunami, wabah penyakit, konflik sosial dan lain sebagainya,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Drs. Salmun Tabun, MSi /Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah/ Ex Officio, ketika membuka kegiatan Pelatihan Penilaian kerusakan dan kerugian Pasca Bencana /Damage and Losses Assessmen di Hotel Gajah Mada SoE (25/7/2016)
Menurut Sekda Drs. Salmun Tabun, perlu dilaksanakan berbagai upaya melalui program atau kegiatan penanggulangan bencana pada setiap tahapan penanggulangan bencana diantara pra bencana, saat bencana dan pada tahapan pasca bencana.
“Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja tetapi tanggungjawab seluruh komponen masyarakat. Tiga pilar penanggulangan bencana yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat harus terus bersinergi dalam melakukan upaya penanggulangan bencana secara terarah, terkoordinasi dan terpadu mengingat potensi ancaman dan kejadian bencana yang semakin hari semakin besar di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” ujarnya
Berkaitan dengan kegiatan pelatihan yang dilakukan, lanjut Sekda Salmun Tabun merupakan bentuk dari upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur penanggulanan bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melakukan koordinasi penanggulangan bencana dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait, melalui penyelenggaraan kegiatan pelatihan penilaian kerusakan dan kerugian sampai dengan penyusunan kebutuhan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana melalui pendekatan partisipatif yang secara metodologis dapat dipertanggungjawabkan.
Kepada seluruh peserta, Sekda Kabupaten TTS berharap dapat mengikuti pelatihan dengan baik, aktif melatih diri untuk meningkatkan kapsitas sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kegiatan penanggulangan pasca bencana di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Ketua Panitia, Agustinus C. Fanda, ST, MT dalam laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah untuk menyamakan persepsi dan sudut pandang didalam penanggulangan bencana di Kabupaten TTS dalam melakukan penilaian kerusakan dan kerugian serta melakukan pengkajian kebutuhan penanggulangan pasca bencana yang bersifat komprehensif baik dari aspek pemulihan fisik maupun dari aspek kemanusiaan. sumber:(humaspro setda tts)