Peristiwa air berubah menjadi anggur yang terjadi tahun 1965 harus terus diberitakan. Sehingga Kuasa Tuhan dan mujizat Tuhan yang terjadi pada 51 tahun yang lalu, menjadi kesaksian yang terus disampaikan kepada jemaat Tuhan saat ini.
Harapan Bupati Timor Tengah Selatan, Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si tersebut disampaikannya saat membuka dengan resmi perayaan hari ulang tahun gerakan kebangunan rohani (HUT GKR) ke- 51 di Gereja Maranatha SoE, Kamis (22/9/2016).
Menurut Bupati Mella, jemaat Tuhan yang hadir dan mengikuti perayaan HUT GKR berkesempatan untuk mendengarkan kesaksian langsung dari beberapa hamba Tuhan yang merupakan saksi hidup peristiwa air berubah menjadi anggur. Jemaat mengalami pertobatan, setia memberitakan injil dan terpanggil untuk melayani Tuhan.
“Sebagai wujud rasa syukur atas pernyataan Tuhan, maka kita harus saling mendukung, membantu, menopang dan saling mendoakan, tidak saja dalam hidup berjemaat tetapi juga dalam hidup bermasyarakat,” ujar Bupati Mella.
Ketua DPRD Kabupaten TTS, Jean E.M. Neonufa, S.E pada kesempatan yang sama mengajak seluruh jemaat menjadikan momen perayaan HUT GKR ini sebagai momen untuk merefleksikan pelayanan yang telah dilaksanakan selama setahun.
Ketua Panitia HUT GKR ke- 51, Danial Selan dalam laporannya mengatakan perayaan HUT GKR berlangsung tanggal 22-26 September 2016, mengambil tema “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus Yesus (Filipi 2:5).” Peserta adalah anggota kelompok persekutuan doa yang berasal dari daratan Timor dan Flores.
“Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan berupa seminar, tatap muka dengan Majelis SINODE GMIT, tatap muka dengan Gubernur NTT dan Bupati TTS, Kebaktian kebangunan rohani (untuk anak-anak dan orang dewasa), pelayanan ke sekolah-sekolah serta pawai. Narasumber untuk seminar serta pembicara KKR berasal dari Jakarta, Batam, Singapura dan Malaysia. ,” ujar Danial Selan. sumber(humaspro setda tts)