Dukung pengembangan tenun ikat dan melestarikan budaya, Pemda TTS akan mewajibkan para pelajar mulai dari tingkat Paud/TK hingga SMA menggunakan pakaian bermotif tenun ikat seminggu sekali.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat Bupati TTS, Egusem Piether Tahun akan mengeluarkan instruksi terkait penggunaan pakaian bermotif tenun ikat bagi para pelajar di Kabupaten TTS.

Hal ini diungkapkan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun kepada pos kupang.com, Jumat (21/6/2019) di Kantor Bupati TTS.

Ia mengaku, pemberlakuan penggunaan pakaian bermotif tenun di lingkungan pendidikan akan dilakukan mulai tahun ajaran 2019/2020. Pakaian bermotif daerah khusus baju ini bisa dalam bentuk bajubkemeja atau rompi.

“Sebagai bentuk dukungan kita dalam pengembangan tenun ikat, di lingkungan sekolah kita wajibkan satu hari dalam seminggu para pelajar menggunakan pakaian daerah. Tahun ini akan kita mulai,” ungkap Bupati Tahun.

Dengan kebijakan tersebut, selain akan melestarikan budaya daerah tetapi juga akan meningkat ekonomi para penenun.
Jumlah pelajar di Kabupaten mulai dari tingkat Paud/TK hingga SMA/SMK kurang lebih berkisar 140 ribu sampai 150 ribu.

Jika seluruh pelajar menjahit rompi atau baju kemeja tenun maka diyakini Bupati Tahun ada sekitar 1 miliaran yang beredar dampak dari kebijakan tersebut. Tak hanya penenun, penjahit juga akan terkena dampak dari kebijakan tersebut.

“Saya yakin kebijakan ini akan sangat menguntungkan dan mendorong tumbuhnya usaha kerajinan tenun ikat,” pungkasnya. (sumber: pos kupang/dion kota)

 

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 26 Juni 2019 oleh admin