Polres TTS memiliki cara unik dalam mengajak masyarakat untuk “safety riding”. Memanfaatkan hari libur nasional, Rabu (3/4/2019), Polres TTS menggelar safety riding yang diikuti komunitas motor, para kaum milinial, tokoh masyarakat dan masyarakat umum seputaran kota Soe.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, Polres TTS juga menggundang pimpinan unsur Forkopimda di antara, Bupati TTS, Egusem Tahun, Dandim 1621 TTS, Letkol CPN Rino Charles Tuwo, Kejari TTS, Fachrizal, kepala pengadilan negeri Soe, Jamser Simanjuntak, SH serta penyelenggara Pemilu tingkat kabupaten TTS, KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS.

Sebagai puncak dari kegiatan safety riding, Kapolres Totok, Bupati Tahun dan Dandim Rhino menunggangi sepeda motor roda dua untuk memimpin pawe safety riding kendaraan roda dua mengelilingi kota Soe sebelum kembali ke Polres TTS.

Kapolres TTS AKBP Totok Mulyanto DS, SIK mengatakan kegiatan safety riding yang digelar bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat berlalu lintas.

Dengan semboyan ” salam satu aspal”, Kapolres Totok hendak mengingatkan para pengendara kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat jika semua melintas di atas aspal yang sama.

Oleh sebab itu, semua memiliki resiko yang sama. Untuk menekan resiko dalam berkendara maka safety riding harus menjadi yang utama.

“Kita ingin mengajak semua komponen masyarakat untuk safety riding agar bisa menekan angka kecelakaan lalu lintas. Kita semua harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ajaknya.

Selain melakukan pawe kendaraan bermotor roda dua dengan safety riding, dalam kegiatan tersebut digelar panggung hiburan rakyat dengan aneka hiburan dan hadiah menarik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Totok juga memberikan kesempatan kepada Bupati TTS, Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS untuk memberikan imbauan agar masyarakat menggunakan hak pilih dan menolak politik uang.

Kapolres Totok menegaskan, jajaran Polres TTS dan Kodim TTS akan mengamankan seluruh tahapan dan pelaksanaan pemilu.

Dirinya mengingatkan jika perbedaan dalam politik merupakan hal yang biasa, tetapi yang harus diutamakan adalah persatuan dan kesatuan.

“Silakan masyarakat menggunakan hak pilihnya, kami dari TNI-POLRI akan memastikan jalannya pemilu dalam situasi yang aman. Perbedaan dalam demokrasi itu biasa, oleh sebab itu persatuan dan kesatuan harus tetap kita jaga,” ajaknya. (sumber: pos kupang)

 

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 April 2019 oleh admin