SOE, DISKOMINFO — Perkembangan pembangunan infrastruktur jembatan Noelaku berbiaya Rp. 4, 924 Miliar hingga saat ini sudah mencapai 99,5 % (persen). Target pembangunan jembatan tersebut rampung pada akhir bulan Desember sesuai dokumen terkontrak.

Kepala BPBD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Oktas Budiman Tallo, ST., MT., ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya Senin, (26/11/2018) November 2018 menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi  jembatan Noelaku sudah mencapai 95,5 % (persen).

“Rehabilitasi dan rekonstruksi fisik jembatan sudah mencapai 95,5 % (persen). Saat ini masih tersisa satu, dua,  pekerjaan minor yang harus diselesaikan pihak kontraktor. Itu pun tidak butuh waktu lama,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tallo mengungkapkan bahwa PT. Rimba Mas Indah, selaku pihak penanggung jawab pembangunan fisik rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan telah  menyelesaikan pekerjaan mayor atau fisik jembatan tersebut dengan  kualitas sesuai dokumen kontrak kerja.

Hal ini tambahnya, dilatarbelakangi kerja sama pihaknya dengan Tim T4D Kejaksaan Negeri SoE dalam kegiatan pelaporan, memonitoring  dan evaluasi terkait progress  fisik di lapangan. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga dilibatkan dalam kegiatan sertifikasi laboratorium  dalam pengadaan bahan-bahan material atau spesifikasi teknis mikser material.

Tallo menjelaskan, sejak tidak tertanganinya fisik jembatan Noelaku akibat bencana alam tahun 2012 lalu, kini fisik fasilitas jembatan tersebut segera dimanfaat  demi kelancaran aktivitas transportasi barang dan jasa khususnya desa yang sebelumnya terkena dampak kerusakan fasilitas jembatan tersebut  yakni  Desa O,of, Desa Pika dan Desa Pene Utara.

“Setelah seluruh pekerjaan minor selesai, kami segera mengagendakan waktu peresmian agar fasilitasnya segera dimanfaatkan,”tutupnya.

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 Desember 2018 oleh admin