SOE, DISKOMINFO —  Kegiatan peningkatan sumber daya  masyarakat di bidang kerajinan industri tenun tradisional mendapat perhatian besar Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Salah satunya dengan mempertajam teknik pewarnaan kain tenun tradisional yang diproduksi oleh kelompok – kelompok tenun di wilayah Kabupaten TTS.

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Timor Tengah Selatan Marthen Selan, SH menyampaikan hal ini  saat diwawancarai wartawan melalui Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Perindagkop dan UMKM )  Kabupaten TTS Frits Tobo, SE didampingi Kepala Bidang Bina Usaha Industri Dewa Made Raka di kantor dinas setempat, Kamis, (27/11/2018).

Menurut Kadis Tobo, tenunan tradisonal sudah banyak diproduksi oleh kelompok – kelompok tenun asal Kabupaten Timor Tengah. Hasil produksinya beragam baik corak dan bentuknya. Ada yang berupa selendang (mau ana), sarung (tais) dan selimut (mau). Hasilnya juga sudah beredar luas dipasaran bahkan mendapat atensi dari pelaku pasar. Namun kualitas tenunan masih harus ditingkatkan khususnya kualitas warna.

“Bicara soal kualitas warna, kita masih tetap mempertahankan sistim pewarnaan secara alamiah. Namun pengetahuan tentang tehnik dan sistim pewarnaan secara alamiah ini belum seutuhnya dikuasai oleh pengrajin kita. Sehingga tehnik mempertajam pewarnaan secara alamiah  pada tenunan ini yang akan  kita fasilitasi dalam rangka membina para pengrajin guna meningkatkan kualitas warna tenunan asal TTS,”terang Kadis Tobo diamini Kabid Made Raka.

Untuk merealisasinya lanjut Kadis Tobo, Disperidagkop dan UMKM Kabupaten TTS pada tahun 2019 mendatang berencana mengirim tiga orang tenaga pengrajin asal TTS guna mengikuti kegiatan magang atau latihan kerja di Yogyakarta. “ Kami rencana kirim tiga orang pengrajin ke Yogya  untuk ikut magang. Nanti setelah mereka kembali, ilmunya bisa ditransfer ke pengrajin lain guna meningkatkan kualitas warna produksi tenunan asal TTS,”terangnya.

Kabid Made Raka menambahkan, seiring upaya peningkatan kualitas produksi tenunan asal TTS, tahun 2018, pihaknya telah membangun fasilitas gedung sentra industri dilokasi civic center berbiaya Rp. 1.867.000.000 ( Satu Miliar Delapan Ratus Enam uluh Tujuh Juta Rupiah) bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Fisik gedung yang dikerjakan CV Anugerah Indah Kupang sudah selesai dikerjakan dan telah di PHO (Provesional Hand Over) atau serah terima tahap pertama fisisk 100 persen pada pertengahan Oktober 2018 lalu. “ Pekerjaan fisik ini selesai sebelum masa kontrak berakhir pada 8 November 2018. Artinya secara internal lembaga, kami berkomitmen tidak ada dana luncuran proyek fisik dan non fisik ke tahun anggaran berikut ( tahun anggaran 2019 – red),”ucapnya.

Tujuan pengadaan fasilitas gedung sentra industri ini lanjutnya, sebagai tempat promosi, produksi juga pelatihan – pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga kualitas produksi industri kerajinan rakyat.  “Jadi dilokasi gedung sentra industri ini, kita gunakan sebagai ajang promosi hasil produksi industri kerajinan rakyat sekaligus sebagai tempat pendidikan dan latihan bagi para pengrajin,”tandasnya. Ia menambahkan, pengoperasionalan gedung tersebut akan dilakukan pada tahun 2019 mendatang setelah seluruh fasilitas penunjang lainnya tersedia. (**)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 Desember 2018 oleh admin