SOE,DISKOMINFO —  Program pembangunan melalui sektor industri kecil dan menengah tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Berbagai kegiatan digelar dalam rangka peningkatan sumber daya manusia sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar lokal, nasional,regional, bahkan internasional.

“Pada prinsipnya,kita terus membantu dan mendukung masyarakat melalui kegiatan pelatihan atau kursus-kursus,agar masyarakat kita lebih kreatif lagi dalam mengembangkan kemampuan kerajinan industri untuk meningkatkan pendapatan ekonomi mereka di duniawirausaha,” jelas Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten TTS Frits Tobo, SE didamping Kepala Bidang Bina Usaha Indsutri Dewa Made Raka saat diwawancarai wartawan usai kegiatan pelatihan menjahit bagi 80 anggota kelompok dikantor dinas setempat Senin, (19/11/2018).

Kadis Tobo menjelaskan, kegiatan kursus menjahit fashion modifikasi tenun khas TTS ini di pusatkan di gedung sentra industri Pemkab TTS bilangan terminal Haumeni SoE dan disasar pada empat kelompok dengan peserta sebanyak 80 orang. Para peserta didampingi oleh tiga instruktur dengan waktu kursus selama satu minggu.

Tujuan digelarnya kegiatan tersebut kata Tobo, untuk meningkatkan kualitas baik dari sisi sumber daya manusia anggota kelompok itu sendiri maunpun kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu menciptakan kemandirian para peserta baik perorangan maupun kelompok dalam berwira usaha.

“Kita berharap selepas kegiatan ini, minimal ada ilmu yang bisa dibawa pulang oleh masing- masing anggota peserta baik secara perorangan maupun kelompok untuk diterapkan dalam kegiatan kewira usahaannya secara mandiri yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,”tandas Tobo diamini kabid Dewa Made Raka.

Terina Kuana, salah satu instruktur ketika diwawancarai secara terpisah mengatakan bahwa dirinya dan kedua temannya yang lain dipercayakan untuk mendampingi beberapa kelompok masyarakat dalam kegiatan kursus tersebut. Terina menambahkan, kegiatan kursus tersebut meliputi teknik menggambar pola dasar bagi pakaian perempuan dewasa berupa rok, blus dan baju terusan, sekaligus teknik menjahit dari bahan kain tekstil modifikasi bahan kain tenunan tradisional khas TTS.

Selain pola pakaian perempuan dewasa, lanjut Terina, para peserta juga diperkenalkan cara memodifikasi tenunan dalam bentuk fashion, tas, dompet dan tas hand phone serta berbagai bentuk pola lainnya. Ia berharap agar para peserta dapat mengembangkan pola-pola yang sudah dipelajari untuk mendukung pengembangan kualitas wira usaha mereka.

Sementara Mariana Lepa Dengo  ketika diwawancarai secara terpisah mengaku kegiatan kursus yang difasilitasi Dinas Perindagkop dan UMKM kabupaten TTS memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para peserta. Karena dengan kegiatan ini pihaknya selaku anggot masyarakat dibekali dengan berbagai pengetahuan dan wawasan kewira usahaan guna menopang pendapatan ekonomi keluarga.

“Saya sangat senang karena walaupun waktunya sangat singkat, saya mendapat tambahan ilmu tentang teknik atau cara pembuatan pola pakaian perempuan dewasa berupa rok, blus, dan gaun panjang atau baju terusan modifikasi dengan bahan tenunan khas TTS dengan model yang sangat menarik. Bagi saya, kegiatan ini sangat positif. Dan saya berterima kasih kepada pemda TTS yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Saya berharap tahun berikutnya pemerintah tetap mengagendakan kegiatan serupa dengan durasi waktu minimal satu bulan agar peserta betul – betul menguasai teknik – teknik yang diajarkan para instruktur,”pintahnya (**)

 

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 Desember 2018 oleh admin