DISKOMINFO -Salah satu perhatian pemerintah Kab TTS belangan ini adalah pembangunan infrastruktur di wilayah calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Amanatun. Pasalnya salah satu syarat untuk pembentukan DOB adalah memadainya pembangunan infrastruktur. Maka dari itu, Pemkab TTS akan memfokuskan pembangunan infrastruktur di DOB Amanatun berapa tahun terakhir sehingga dapat layak menjadi DOB, karena Kab TTS sangat luas sehingga salah satu cara untuk memaksimalkan pembangunan adalah melakukan pemekaran. Bupati TTS, Paulus V. R Mella mengemukakan hal itu pada saat penutupan musrembang tingkat Kabupaten belum lama ini.

Sebagai perhatian Pemkab TTS untuk mendorong calon DOB Amanatun yang telah diusulkan melalui hal inisiatif DPR itu adalah, pada tahun 2017 lalu melalui dana APBN Pemkab TTS telah membangun sebuah rumah sakit (RS Paratama Boking) dan saat ini pekerjaan telah selesai dikerjakan, sehingga Pemkab TTS tengah mempersiapkan tenaga medis untuk ditempatkan di sana, jika RS Pratama Boking sudah siap dioperasikan. “Begitu juga pembangunam jalan seperti jalur selatan dan beberapa titik jalan lain yang merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten TTS, maupun tanggung jawab pemerintah provinsi,” katanya.

Ke depan lanjut Paulus bawah, Pemkab TTS akan terus memperhatikan infrastruktur di wilayah calon DOB agar memenuhi syarat calon DOB sesuai demgan ketentuan yang berlaku. Maka dari itu, untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang memadai ia meminta perhatian pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan, agar saling bahu membahu mewujudkan DOB Amanatun. “Saya minta bantuan pemerintah provinsi dan juga pusat, agar sama-sama memperhatikan pembangunan infrastruktur di calon DOB Amanatun,” pintanya.

Selain itu saat ini pemerintah Kab TTS tengah berjuang untuk melakukan perubahan statua jalan pada beberapa ruas jalan di Kab TTS dari status jalan provinsi menjadi status jalan strategis nasional. Sejumlah jalan yang diusulkan perubahan statuanya adalah jalan SoE-Kapan, Kapan-Nenas, Kapan-Eban, Oe’o-Ayutupas dan Oenlasi-Boking. Saat itu, proses perubahan statua jalan itu tengah berproses dan diharapkan dalam waktu dekat dapat di terbitkan surat keputusan (SK) perubahan statua jalan. Jika sejumlah jalan itu dapat dinaikan statusnya, maka diharapkan pembangunan sejumlah ruas jalan itu akan lebih maksimal karena akan mendapat intervensi pemerintah pusat dalam upaya pembangunan jalan-jalan tersebut. “Kita berharap dalam waktu dekat sudah bisa naikan status jalan-jalan itu,” papar dia.

Tambah Paulus, pihaknya juga terus memaksimalkan pembangunan dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat, pada bidang pendidikan dan juga kesehatan yang hingga saat ini masih membutuhkan perhatian pemerintah. (*)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 03 April 2018 oleh admin