SOE, TIMEX – Pembangunan di Kabupaten TTS dipandang patut diseriusi lagi. Karena, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan pemerintah.

Bupati TTS, Paulus VR Mella ketika melantik Marthen Selan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) TTS, Jumat (3/11) meminta Sekda TTS untuk dapat mendisiplinkan ASN, sehingga pelayanan publik dapat dilaksanakan secara maksimal.

Paulus menegaskan, peran seorang sekda sangat penting karena sekda berperan untuk koordinasikan ASN agar dapat memainkan perannya dengan baik dalam rangka pelayanan administrasi, pelayanan publik dan pembangunan.

Karena itu, sekda harus mampu membangun koordinasi dengan seluruh OPD dan seluruh elemen, sehingga dapat mentaati siklus anggaran yang telah diatur dalam regulasi yang berlaku.

Sebab, jika siklus anggaran yang ditetapkan dapat ditaati, maka pembangunan, pelayanan publik dan pelayanan administrasi akan berjalan dengan baik.

“Masih banyak masyarakat TTS yang haus akan pelayanan pemerintah. Jadi sekda harus dapat bangun koordinasi dengan baik, agar pelayanan publik dapat berjalan dengan baik,” tegas Paulus.

Dikatakan, peran sekda sangat sentral. Karena itu, sekda dianggap sebagai motor penggerak yang dapat menggerakan seluruh elemen untuk bisa memainkan perannya masing-masing secara maksimal. Agar pelayanan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama, maka sekda harus bekerja keras, bekerja cerdas dan juga bekerja tuntas.

“Saya juga berharap agar sekda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada, sehingga ke depan pelayanan pemerintah berbasis teknologi, tetapi tetap pedomani regulasi yang ada,” harap Paulus.

Sementara, Wakil Gubernur NTT, Benny A Litelnoni pada kesempatan itu mengatakan, tugas seorang sekda cukup berat. Karena, sekda merupakan ketua TAPD, sehingga sekda harus mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan pimpinan OPD agar dapat bekerja sama dengan baik, untuk dapat mentaati siklus anggaran yang ditetapkan.

“Agar pelayanan publik berlangsung baik, maka memanfaatkan SDM yang ada secara maksimal. Kalau ada pimpinan OPD yang melawan atau miring-miring, catat dan bisikan ke bupati,” ujarnya.

Dikatakan, dalam kompetisi mengisi jabatan sekda, terdapat gesekan-gesekan kecil antara peserta. Namun harus diakui bahwa tim pansel akan memilih yang berbaik dari sejumlah aspek yang dinilai. Namun kompetisi itu telah berakhir, sehingga dapat saling bekerja sama dengan baik untuk membangun TTS ke arah yang lebih baik.

“Dulu ASN maunya ditempatkan di lahan basah. Tapi sekarang ASN justru cari lahan kering. Karena lahan basah rentan terhadap OTT. Mari saling mendukung untuk bangun TTS. Jangan melihat Marthen Selan-nya, tapi lihat jabatan sekdanya supaya bisa saling bekerja sama dan saling mendukung,” pesan Benny.

Sekda TTS, Marthen Selan pada kesempatan itu menyampaikan rasa terima kasih kepada tim pansel, pemerintah pusat, provinsi dan Pemerintah Kabupaten TTS yang telah bekerja keras dalam memproses jalannya seleksi Sekda TTS.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tiga rekannya yakni Maxi Oematan, Julius Taneo dan Esterina Banfatin yang juga ikut berkompetisi bersama untuk mengisi jabatan Sekda TTS yang lowong.

“Saya hanya ingin mengabdikan diri saya untuk melayani Tuhan dan melayani sesama,” pungkas Marthen. Sumber: Timorexpress(yop/ays)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 06 November 2017 oleh admin

Statistik Pengunjung

  • User sedang online: 1
  • Pengunjung hari ini: 69
  • Pengunjung kemarin: 177
  • Pengunjung Minggu ini: 8.311
  • Pengunjung Bulan ini: 37.436
  • Pengunjung Tahun ini: 942.139
  • Jumlah Pengunjung: 1.109.058

Peta Kabupaten TTS