Mari berubah, masa depan gemilang tanpa penularan HIV merupakan tema peringatan Hari AIDS sedunia tahun 2016. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan komitmen para pemangku kebijakan dalam rangka memperkuat mobilisasi serta advokasi untuk mempercepat tercapainya 3 zero yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi.

 

Demikian yang disampaikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Dandim 1621 Timor Tengah Selatan, Letkol. Inf. Erwin,S.E dalam upacara peringatan Hari AIDS sedunia tahun 2016 tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan di halaman Kantor Bupati Timor Tengah Selatan, Senin (5/12/2016).

 

Kasus HIV di Kabupaten Timor Tengah Selatan ditemukan pertama kali pada tahun 2007 dengan jumlah 7 kasus pada 4 Kecamatan dan sampai tahun 2016 telah mencapai 247 kasus dengan total yang telah meninggal sebanyak 121 kasus dan tersebar pada 28 Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kasus HIV telah menyebarluas hampir di seluruh kecamatan, mengindikasikan bahwa sumber penularan sudah ada di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Infeksi HIV sebagian besar menyerang kelompok usia produktif (20-49 tahun) yang berdampak pada produktifitas kerja masyarakat. Infeksi HIV telah ditemukan pula pada kelompok dengan perilaku resiko rendah seperti ibu rumah tangga dan anak-anak. Hal ini merupakan ancaman serius bagi punahnya generasi dan banyak kasus ditemukan pada fase AIDS

 

Merespon fenomena ini, menurut Bupati Mella, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan telah menerbitkan Peraturan Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pencegahan dan penanggulangan AIDS serta Peraturan Bupati Nomor 53 Tahun 2015 yang mengatur tentang mekanisme dan peran satgas pencegahan dan penanggulangan AIDS tingkat Kecamatan dan Desa/kelurahan. Diharapkan peran semua sektor dalam merumuskan langkah-langkah strategis sesuai situasi dan kondisi masyarakat guna menekan laju epidemik HIV dan AIDS.

 

Bupati Mella berharap peringatan Hari AIDS sedunia tahun 2016 tingkat Kabupaten Timor Tengah Selatan dapat dijadikan sebagai momentum gerakan masyarakat untuk bersama-sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan test HIV sehingga status HIV dapat segera diketahui dan bila positif dapat segera mendapatan pengobatan.

 

Ketua kelompok dukungan sebaya, Marselina Nomleni ditempat terpisah menyampaikan hal senada yakni tidak mengiginkan lagi ada orang yang meninggal karena AIDS sembari berharap tidak ada lagi infeksi baru khususnya orang muda yang berada dalam usia produktif, tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang terinfeksi HIV, karena mereka bukan sampah masyarakat tetapi perlu didukung. “Ketika ada orang terdekat dicurigai penyakitnya menjurus ke HIV/AIDS maka yang perlu dilakukan adalah bagaimana membantunya mendapatkan pengobatan. Jauhi virus HIV bukan orangnya,”ujar Marselina.

 

Seusai upacara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai HIV/AIDS serta pemeriksaan Virus HIV bagi seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 17 Januari 2017 oleh admin

Statistik Pengunjung

  • User sedang online: 0
  • Pengunjung hari ini: 138
  • Pengunjung kemarin: 291
  • Pengunjung Minggu ini: 43.658
  • Pengunjung Bulan ini: 91.913
  • Pengunjung Tahun ini: 763.167
  • Jumlah Pengunjung: 783.835

Peta Kabupaten TTS