“Pegawai Negeri Sipil yang kuat, kompak dan bersatu padu memiliki kepekaan dan kesetiakawanan yang tinggi, berdisiplin serta sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pembinaan Korps Pegawai Negeri Sipil termasuk kode etiknya,”ujar Asisten Pemerintahan Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Drs. Frans Maxi Oematan M.Si.

 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara sosialisasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Aula Kantor Camat Amanuban Tengah, Kamis (8/12/2016).

 

Jiwa Korps Pegawai Negeri Sipil, menurut Asisten Pemerintahan Umum, Frans Oematan adalah rasa kekuatan dan persatuan, kebersamaan, kerjasama, tanggung jawab, dedikasi, disiplin, kreativitas, kebanggaan dan rasa memiliki organisasi Pegawai Negeri Sipil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kode etik Pegawai Negeri Sipil adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan PNS didalam melaksanakan tugasnya dan dalam pergumulan hidup sehari-hari dan pelanggaran Pegawai Negeri Sipil adalah segala bentuk ucapan, tulisan atau perbuatan PNS bertentangan dengan Panca Prasetya KORPRI dan Kode Etik.

 

Tujuan pembinaan jiwa Koprs Pegawai Negeri Sipil adalah untuk membina karakter/watak, memelihara rasa persatuan secara kekeluargaan guna mewujudkan kerjasama dan semangat pengabdian kepada masyarakat serta meningkatkan kemampuan dan keteladanan Pegawai Negeri Sipil, mendorong etos kerja Pegawai Negeri Sipil untuk mewujutkan PNS yang bermutu tinggi dan sadar akan tanggung jawabnya sebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat serta menumbuhkan dan meningkatkan semangat kesadaran dan wawasan kebangsaan Pegawai Negeri Sipil sehingga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Bab XI pasal 126 menyebutkan Pegawai Aparatur Sipil Negara berhimpun dalam wadah Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia. Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia memiliki tujuan untuk menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi Aparatur Sipil Negara dan mewujudkan jiwa Korps Aparatur Sipil Negara sebagai pemersatu bangsa dengan melaksanakan 4 fungsi yakni pembinaan dan pengembangan profesi ASN, memberikan perlindungan hukum dan advokasi kepada anggota korps profesi ASN Republik Indonesia terhadap dugaan pelanggaran Sistem Merit dan mengalami masalah hukum dalam melaksanakan tugas, memberikan rekomendasi kepada majelis kode etik instansi pemerintah terhadap pelanggaran kode etik profesi dan kode perilaku profesi dan menyelenggarakan usaha untuk peningkatan kesejahteraan anggota korps profesi ASN Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Anggota KORPRI hendaknya meningkatkan pengabdian, kesetiaan dan ketaatan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,”tegas Asisten Frans Oematan.

 

Ketua panitia penyelenggara sosialisasi, Petrus Muda Lio, S.Sos dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah untuk membina jiwa korps dan kode etik Pegawai Negeri Sipil untuk meningkatkan perjuangan, pengabdian, kesetiaan dan ketaatan Pegawai Negeri Sipil kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. sumber (humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 17 Januari 2017 oleh admin

Statistik Pengunjung

  • User sedang online: 0
  • Pengunjung hari ini: 138
  • Pengunjung kemarin: 291
  • Pengunjung Minggu ini: 43.658
  • Pengunjung Bulan ini: 91.913
  • Pengunjung Tahun ini: 763.167
  • Jumlah Pengunjung: 783.835

Peta Kabupaten TTS