Gereja Imanuel Kesetnana Klasis Mollo Barat dibuka pada tahun 1964 atas inisiatif Camat Mollo Selatan saat itu, alm. Leonard Mella. Gereja Imanuel kala itu merupakan pos pelayanan dari jemaat induk Jemaat Ebenhaeser Biloto. Saat ini gedung kebaktian Gereja Imanuel, hampir-hampir tidak dapat menampung lagi jemaat yang hadir dalam kebaktian Minggu. Berdasarkan kondisi ini maka dalam Sidang Majelis Jemaat Imanuel Kesetnana telah disepakati   untuk membangun gedung kebaktian yang baru.

Bupati Timor Tengah Selatan, Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si, saat acara peletakkan batu pertama pembangunan gedung Gereja Imanuel Kesetnana di Lokasi SMP Kristen Kesetnana Kecamatan Mollo Selatan, Sabtu (29/10/2016), mengatakan membangun rumah Tuhan bukan hanya membangun fisik semata tetapi harus diimbangi dengan membangun rohani jemaat.

Menurut Bupati Mella, kerelaan, sukacita dan kerjasama harus ada dalam diri semua pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung gereja ini sehingga seberat apapun pekerjaan yang dilaksanakan, pasti akan bisa diselesaikan. “Kita membangun dengan kekuatan jemaat, keyakinan dan niat yang tulus,” tandas Bupati Mella.

Prinsip utama pembangunan rumah Tuhan adalah persembahan yang didasarkan pada keyakinan dan iman yakni memberi dengan kerelaan, jangan sedih ketika memberi dan jangan terpaksa saat memberi.

Bupati Mella pada kesempatan tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada para Pendeta, Majelis dan jemaat Imanuel Kesetnana serta panitia pembangunan yang telah berupaya mendukung pembangunan ini sembari berharap adanya komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan hidup inter maupun antar umat beragama .

Suara gembala Sinode GMIT yang disampaikan oleh Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pendeta Agustina Oematan-Litelnoni, S.Th mengatakan membangun sebuah gedung gereja membutuhkan komitmen, kesungguhan dan kerjasama dari semua pihak dengan membangun persekutuan dan memberi dari apa yang ada pada kita serta meyakini bahwa Tuhan akan memberkati kita sampai kita menyelesaikan pembangunan gedung gereja ini dengan baik.

Ketua panitia pembangunan gedung Gereja Imanuel Kesetnana, Drs. Jhon Mella dalam laporannya mengatakan, data awal Desember 2015 menyebutkan, jemaat Imanuel Kesetnana memiliki 885 KK dengan jumlah jiwa  4.545 jiwa. Kondisi gedung kebaktian yang sudah termakan usia serta hampir-hampir tidak dapat menampung jemaat yang hadir dalam kebaktian minggu maka dalam Sidang Majelis Jemaat Imanuel Kesetnana tahun 2015 telah disepakati untuk membangun gedung kebaktian yang baru berukuran 1.663 m2 dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp. 7 Miliar lebih. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 Desember 2016 oleh admin