Beberapa peristiwa bencana yang telah kita rasakan dan menjadi catatan sejarah di Kabupaten TTS, menunjukkan bahwa bencana bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan dapat menimpa siapa saja. Untuk itu, kita dituntut selalu siap dan waspada sehingga mampu mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana yang ditimbulkan oleh alam, non alam maupun bencana sosial agar dapat meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan, kerugian harta benda maupun korban jiwa.

Potensi bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten TTS adalah banjir, longsor dan kekeringan yang terjadi setiap tahun dan menyebar relatif di seluruh wilayah Kabupaten TTS.

Demikian sambutan tertulis Bupati Timor Tengah Selatan, Ir. Paulus V.R. Mella, MSi, yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Umum Sekda Kab.TTS, Drs. Frans Maxi Oematan, MSi saat peluncuran program pengurangan risiko bencana melalui proyek Penguatan Kesiapsiagaan untuk tanggap bencana yang efektif, di Hotel Timor Megah SoE, Selasa (23/8/2016).

Penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah saja, tetapi juga menjadi tanggungjawab seluruh komponen masyarakat. Partisipasi masyarakat menurut Bupati Mella, selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjamin suksesnya penyelenggaraan penanggulangan bencana. Terdapat 3 pilar penanggulangan bencana yakni pemerintah, swasta dan masyarakat, termasuk didalamnya LSM/NGO. Peran setiap stakeholder perlu dilakukan pada semua tahapan penanggulangan bencana, baik pada tahapan pra bencana, kedaruratan dan pasca bencana.

Salah satu terobosan yang ditempuh Pemerintah Kabupaten TTS dalam upaya membangkitkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana, lanjut Bupati Mella, dengan menetapkan dalam RPJMD 2014–2019 yakni 50 Desa dari 278 Desa/Kelurahan di Kabupaten TTS menjadi desa tangguh bencana.

Pada kesempatan tersebut Bupati Mella, juga memberikan apresiasi terhadap peluncuran program proyek pengurangan risiko bencana melalui penguatan kesiapsiagaan untuk tanggap bencana yang efektif yang digagas oleh CWS sebagai salah satu upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten TTS.

“Program pengurangan risiko bencana melalui proyek penguatan kesiapsiagaan untuk tanggap bencana yang efektif kerjasama CWS dengan Pemerintah Kabupaten TTS didukungan oleh Depertemen of Foreign Affairs Trade-Australia Goverment (DFAT) ”ujar assiten direktur Program CWS Indonesia, Dino Satria.

Program tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak bencana alam bagi masyarakat di Kabupaten TTS melalui membangun dan memperkuat kapasitas kesiapsiagaan dan tanggap darurat di Pemerintah Daerah dan komunitas.

“Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten TTS dapat mendukung pelaksanaan program tersebut, mengingat Kabupaten TTS memiliki potensi bencana yang cukup banyak,” harap Dino Satria. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 07 September 2016 oleh admin