Pembangunan pertanian seutuhnya untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil tanaman pangan dan holtikultura, mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM serta pengembangan cabang usaha tani yang sesuai. Peningkatan produksi dan mutu hasil tanaman pangan dan holtikultura dapat meningkatkan taraf hidup petani dan keluarganya sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat dari kondisi sebelumnya.

Demikian yang disampaikan Bupati Timor Tengah Selatan, Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Fasilitasi Kemitraan pengadaan bahan baku kapas pada sentra IKM tenunan di Nusa Tenggara Timur di Aula Hotel Bahagia II SoE, Selasa (23/8/2016).

“Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi lahan yang sangat luas. Kondisi ini memungkinkan untuk dikembangkan aneka tanaman khususnya di sub sektor perkebunan, kata Bupati Mella.

Dijelaskannya, hasil produksi tanaman perkebunan dapat menjadi sumber pendapatan petani, sehingga menurut Bupati Mella upaya untuk menumbuhkan minat petani menjadikan tanaman perkebunan sebagai usaha yang menguntungkan perlu mendapat perhatian.

“Tanaman perkebunan di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang memiliki prospek dan potensi untuk dikembangkan antara lain kemiri, pinang, kelapa, jambu mente, kopi dan kakao. Selain itu, masih ada beberapa tanaman perkebunan yang berpotensi untuk dibudidayakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, salah satunya adalah tanaman kapas,”kata Bupati Mella.

Direktur IKM Kimia Sandang Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian RI, Gita Wirawaningsih, S.Teks, MA mengatakan permasalahan IKM Tenun adalah tidak tersedianya sanggar pertenunan, produktifitas yang rendah, rendahnya kemampuan teknis pencelupan benang, terbatasnya jumlah pengrajin yang handal dan rendahnya kemampuan SDM.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan alat tenun dari Kementerian Perindustrian RI. Bantuan alat tenun tersebut diberikan kepada kelompok Nekamese dari Desa Boti Kecamatan KiE dan Kelompok Nekmese dari Desa Nasi Kecamatan Amanatun Utara.

Acara FGD Fasilitasi Kemitraan pengadaan bahan baku kapas pada sentra IKM tenunan di Nusa Tenggara Timur tersebut dihadiri oleh Direktur IKM Kimia Sandang Aneka dan Kerajinan Kementerian Perindustrian RI, Gita Wirawaningsih, S.Teks, MA, Ketua TP PKK Kabupaten TTS, Ir. Rambu A. Mella, Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Timor Tengah Selatan Marten Selan, SH, para Nara sumber Pimpinan SKPD serta peserta FGD.

Secara khusus pembangunan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan erat kaitannya dengan jumlah penduduk, kebutuhan pangan dan kemiskinan yang merupakan mata rantai yang saling mengikat antara satu dengan yang lainnya.

Pelaksanaan pembangunan pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bahagia, sejahtra, adil dan makmur sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Berkaitan dengan tujuan pembangunan tersebut maka visi yang dirumuskan oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni terwujudnya kehidupan masyarakat Timor Tengah Selatan yang religius, adil, merata, maju, mandiri dan sejahtera. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 07 September 2016 oleh admin