Masyarakat Kabupaten Timor Tengah Selatan hendaknya menunjukkan kerja nyata dengan bekerja giat dan bekerja sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Cita-cita yang kita inginkan dan kemajuan yang kita harapkan adalah adanya percepatan pembangunan demi terwujudnya masyarakat Kabupaten TTS yang religius, adil, merata, maju, mandiri dan sejahtera tidak hanya untuk hari ini, akan tetapi untuk generasi pada masa yang akan datang untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan maka segenap daya upaya harus kita lakukan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Ajakan Bupati Timor Tengah Selatan, Ir. Paulus V.R. Mella, M.Si tersebut disampaikan dalam pidatonya saat Malam Resepsi Kenegaraan peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di aula Gunung Mutis Kantor Bupati Timor Tengah selatan, Rabu malam (17/8/2016).

Untuk mewujudkan kemerdekaan yang utuh, kita harus terus mencerdaskan diri karena tidak mungkin cita-cita itu bisa dicapai tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Masyarakat yang memiliki anak usia sekolah, kami wajibkan agar menyekolahkan anaknya sesuai dengan jenjang pendidikan yang tersedia,” tegas Bupati TTS. Dukung Pemerintah Kabupaten TTS yang telah mencanangkan program Gerakan Anak Masuk Sekolah (GAMAS) untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah dengan mencegah terjadinya siswa putus sekolah dan atau mengajak siswa yang telah putus sekolah kembali belajar di sekolah sehingga menyelesaikan wajib belajar 12 tahun dengan harapan kualitas anak-anak kita sebagai generasi penerus di masa yang akan datang semakin meningkat.

Menurut Bupati Mella, upaya mewujudkan kemerdekaan yang seutuhnya tidak hanya membutuhkan generasi cedas yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi saja tetapi juga membutuhkan generasi sehat. Menyadari hal tersebut, maka prioritas pembangunan bidang kesehatan merupakan komitmen pemeritah daerah yang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Beberapa terobosan yang telah dilaksanakan di bidang Kesehatan diantaranya menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2016 tentang pedoman ketersediaan tenaga kesehatan di desa sebagai kebijakan daerah yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah melaksanakan kerja nyata dibidang kesehatan dalam rangka pemenuhan tenaga kesehatan yang dibutuhkan di wilayah kecamatan maupun desa. Mengangkat 38 bidan dan 4 dokter pegawai tidak tetap (PTT) pusat menjadi calon pegawai negeri sipil daerah serta 6 dokter sebagai pegawai tidak tetap (PTT) daerah untuk ditempatkan di puskesmas yang belum memiliki tenaga dokter serta penempatan dokter-dokter intersip di RSUD SoE dan Puskesmas Niki-niki. Memberikan kartu Indonesia sehat kepada 5000 orang masyarakat miskin yang didanai oleh jamkesda. Mengupayakan sarana prasarana seperti pembangunan puskesmas dengan fasilitas rawat inap, puskesmas pembantu, kebutuhan alat-alat kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan ambulance sebagai penunjang pelayanan terhadap masyarakat.

Sementara dalam bidang infrastruktur, lanjut Bupati Mella, Pemerintah Kabupaten didukung Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat, terus bekerja keras untuk dapat menuntaskan berbagai program dan kegiatan infrastruktur jalan dan jembatan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan konektifitas antar wilayah, menembus keterisolasian dan kantong-kantong pemukiman. Dengan mengacu pada RPJMD kabupaten TTS tahun 2014-2019 maka fokus pembangunan infrastruktur jalan dioptimalkan pada pembangunan 19 jaringan jalan strategis disamping pembangunan infrastruktur pengairan sebagai salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja bidang pertanian khusunya dalam meningkatkan target produksi pangan.

Dalam pembangunan di bidang pemerintahan, pemerintah Kabupaten TTS telah berhasil melaksanakan pemilihan kepala desa secara serentak tahun 2016 dan telah melantik sebanyak 129 kepala desa definitif untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di desa. “Para kepala desa yang baru dilantik, saya ingatkan agar menjalankan tugas dan melayani sebaik-baiknya, demi mewujudkan masyarakat TTS yang berkeadilan, maju dan sejahtera,” ujarnya.

Untuk tahun 2016 ini, besar dana desa yakni Rp.165.175.583.000 dari pemerintah pusat dan dana alokasi dana desa (ADD) Rp. 77.417.524.000 dari APBD serta Rp.1.392.222.101 dari dana bagi hasil, belum ditambah lagi dengan dana program anggur merah dan program pemberdayaan lainnya, sehingga pemerintah desa se Kabupaten TTS akan mengelola dana yang sangat besar. “Seluruh kepala desa beserta segenap perangkatnya agar sebaik-baiknya mengelola dana yang tidak sedikit ini sesuai dengan regulasi yang mengaturnya,” tegas Bupati Mella.

Fokus penataan kelembagaan lanjut Bupati Mella, tidak hanya mengacu pada perubahan pemetaan urusan pemerintahan, namun juga harus menjiwai semangat reformasi birokrasi bidang kelembagaan sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Regulasi baru ini mengubah tipologi organisasi perangkat daerah, dari pendekatan “ramping struktur kaya fungsi” bergeser pada pendekatan ”tepat fungsi tepat ukuran”. Menyikapi hal ini, Bupati Mella mengajak, seluruh aparatur sipil negara untuk mendukung, siap melaksanakan dan berkomitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, berintegritas, inovatif, unggul, bertanggungjawab guna tercapainya seluruh sasaran reformasi birokrasi pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, pelayanan publik yang prima serta memiliki kapasitas dan akuntabilitas kinerja yang tinggi,”tandasnya.

Bupati Mella mengatakan bahwa dalam kegiatan pembangunan, masih banyak masyarakat TTS yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya, angka partisipasi anak sekolah belum optimal, derajat kesehatan masyarakat, kondisi bencana alam yang berdampak kepada ketahanan pangan, infrastruktur yang belum menjangkau seluruh wilayah terisolasi yang berdampak luas kepada pertumbuhan ekonomi. “Walaupun demikian, kami menghargai dan mengucapkan terima kasih untuk jajaran pemerintahan, eksekutif, legislatif dan yudikatif serta semua kelompok organisasi wanita, pemuda, LSM, profesi, Parpol, dan organisasi non politik, rekan-rekan perss (media cetak/elektronik) serta masyarakat TTS yang bersama pemerintah daerah melaksanakan pembangunan di berbagai bidang,”ujarnya

Kepada Seluruh masyarakat Kabupaten TTS, Bupati Mella mengajak untuk merefleksi diri dan menjadikan peringatan HUT RI ke-71 ini, sebagai momen untuk mensyukuri anugerah Tuhan, berusaha memperbaiki kekurangan serta meraih kebaikan dalam hidup, memiliki identitas diri dan tujuan hidup serta menghargai waktu sebagai aset yang sangat berharga. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 05 September 2016 oleh admin