Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) merupakan bagian dari warga negara yang tetap memiliki hak-hak yang mesti dihormati dan dipenuhi. Salah satu hak yang dimiliki warga binaan adalah hak mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana (remisi). Remisi merupakan hak yang telah diatur secara tegas dalam pasal 14 ayat (1) Undang Undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan bahwa setiap narapidana mempunyai hak untuk mendapatkan pengurangan masa menjalani pidana.

Demikian sambutan tertulis Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Yazona H. Laoly yang dibacakan oleh Bupati TTS, Ir. Paulus V.R. Mella, Msi pada upacara pemberian remisi kepada warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan Negara Kelas II B SoE, Selasa (16/8/2016).

Menteri Hukum dan HAM RI, Yazona Laoly mengatakan, melalui remisi dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat yang juga akan memperbaiki kualitas hubungan antara narapidana dan keluarganya.

Narapidana, lanjut Yasona Laoly, mempunyai kewajiban untuk menjalankan perannya sebagai anggota keluarga sehingga mereka dapat segera melanjutkan kehidupannya secara normal dan mampu mengemban tanggungjawab yang ada dipundak masing-masing baik sebagai anak, orang tua maupun anggota masyarakat sehingga akan tercapai tujuan dari sistem pemasyarakatan.

Kementerian Hukum dan HAM menurut Yazona, terus berinovasi dengan mencanangkan program Lembaga Pemasyarakatan Produktif menuju Lapas Industri, merupakan tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana melalui pembinaan kegiatan kerja produksi yang bertujuan mempersiapkan narapidana menjadi manusia yang terampil dan mandiri serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.

Menurut Menteri Yazona, sebagai implementasi UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, pembinaan anak yang bermasalah dengan hukum saat ini, sudah tidak disamakan dengan pembinaan orang dewasa yang bermasalah dengan hukum. Pembinaan anak yang bermasalah dengan hukum lebih difokuskan pada pendidikan berbasis budi pekerti, diharapkan mampu membentuk karakter anak yang kuat dan mandiri yang siap dan percaya diri saat kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarkat.

Seluruh narapidana dan anak pidana yang mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini, saya mengucapkan selamat dan mengingatkan agar tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan saudara dalam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. “Jadilah insan yang taat hukum, insan yang berakhlak dan berbudi luhur, serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” katanya.

Kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan, Menteri Yazona berpesan, untuk melaksanakan tugas dengan penuh integritas, bekerja dengan profesional dan ketulusan dengan terus berupaya untuk menjadikan Lapas dan Rutan tetap dalam suasana kondusif, aman serta tidak melakukan perbuatan yang dapat merusak nama baik institusi Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM pada umumnya sembari mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh petugas Pemasyarakatan yang dengan tulus ikhlas mengabdikan diri kepada Nusa dan Bangsa.

Adapun jumlah WBP di RUTAN kelas II B SoE yang mendapatkan remisi sebanyak 146 orang dengan rincian untuk 6 bulan sebayak 4 orag, 5 bulan sebanyak 10 orang, 4 bulan sebanyak 12 orang, 3 bulan sebanyak 27 orang, 2 bulan sebanyak 32 orang dan 1 bulan sebanyak 61 orang.

Seusai upacara pemberian remisi kepada WBP Rumah Tahanan Negara Kelas II B SoE dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba tenis meja, catur, playstation dan pertandingan bola volly yang diselenggarakan di RUTAN SoE dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71. sumber(humaspro setda tts)

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 02 September 2016 oleh admin