6SOE — Bupati TTS, Ir. Paul Mella berencana akan mengundang komisi III dan dinas ESDM untuk duduk bersama membicarakan persoalan tambang batu warna di wilayah selatan. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri polemik panjang terkait tambang batu warna tersebut.

“Saya berencana mengundang dinas ESDM dan Komisi III DPRD TTS untuk membicarakan persoalan tambang batu warna. Kita lihat bersama-sama apa-apa yang masih kurang untuk membuat tambang batu warna menjadi lebih bermanfaat dan lebih tertata ke depannya. Untuk itu selain membicarakan persoalan tambang batu warna, kita juga akan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk penataan batu warna agar lebih baik,” kata Mella saat ditemui Pos Kupang di Kantor Bupati TTS, Jumat (19/6/2015).

Mengenai kurangnya tenaga lapangan dinas ESDM sehingga pengawasan menjadi kendor, Mella mengatakan, saat ini sedang dianggarkan untuk mengangkat tenaga lapangan baru.

“Kita tidak tutup mata melihat tenaga lapangan yang kurang. Tapi saat ini kita masih menganggarkan untuk pengangkatan tenaga lapangan baru. Kita harapkan dengan penambahan tenaga lapangan bisa meningkatkan pengawasan di lapangan,” kata Mella.

Mengenai harga batu warna yang masih menggunakan perda tahun 2011 dengan harga Rp 37.500 per ton, Mella mengatakan, akan segera melakukan pengkajian untuk menetapkan harga baru.

“Saya berencana meminta bantuan pihak ketiga untuk mengkaji harga batu warna agar sesuai dengan kondisi saat ini. Dengan harga yang masih menggunakan perda tahun 2011 saya juga merasa sudah tidak pas lagi. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan para penambang selain meningkatkan PAD dari tambang batu warna sendiri. Pastinya kita akan memasang harga yang pas untuk konsumen tapi tetap menguntungkan para penambang sendiri,” katanya.

Dijelaskannya, untuk meningkatkan pendapatan para penambang batu warna, dirinya sedang meminta Dinas Koperindag TTS mengirimkan beberapa pemuda untuk belajar cara mengolah batu warna menjadi aneka kerajinan.

“Saat ini kita masih menjual batu warna dalam bentuk bahan mentah dan diolah di luar NTT. Ke depan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, kita akan membentuk kelompok pengrajin batu warna yang akan mengolah batu warna menjadi aneka kerajinan mulai dari vas bunga sampai lantai batu warna. Kalau sudah diolah tentu harganya akan lebih tinggi. Kita berharap bisa meningkatkan perekonomian rumah tangga para penambang,” katanya. (din) Sumber : POS-KUPANG.COM.

Komentar Anda

Silahkan tinggalkan komentar



Berita Umum ini ditulis pada 12 Juni 2015 oleh admin